12 September 2008

Menjalani Waktu

Apa yang kita lakukan dalam menjalani waktu sejak pagi, siang, petang dan malam? Sudahkah hari-hari kita di isi dengan beribadah kepada Allah? Semoga saja itu yang kita lakukan walaupun belum maksimal. Sementara bagi orang yang tak beriman, menjalani waktu ibarat mengarungi belantara hutan yang tak pernah ada ujungnya, atau menyeberangi lautan luas yang tak pernah bertepi. Mereka terus bergelut dengan ambisi, memenuhi keinginan nafsu yang tidak pernah membuat lapar dan dahaganya berkurang. Orang-orang seperti ini akan merasa lelah dalam menjalani hidupnya karena seluruh keringat, pikiran, dan usahanya tak pernah membuatnya merasa cukup. Semakin banyak usaha yang ia peroleh semakin tinggi tuntutan untuk memperoleh yang lebih banyak. Peluh yang menetes ternyata hanya memberi kepuasan yang makin membakar nafsu untuk mendapatkan yang lebih besar.
Seorang sahabat Nabi SAW, Ibnu Abbas mengungkapkan, "Sesungguhnya ada seorang hamba yang sangat terobsesi mencapai sesuatu, baik masalah bisnis maupun kekuasaan. Dan sebenarnya ia dimudahkan untuk mencapai keinginanya itu. Tapi Allah melihatnya, lalu berkata pada Malaikat-Nya, "Hindari dia dari apa yang diinginkanya itu, karena sesungguhnya jika aku mudahkan dia memperoleh keinginanya, maka ia akan masuk neraka." Maka orang itu pun dihindari oleh Allah dari apa yang diinginkanya. Selanjutnya orang tersebut menduga-duga dengan mengatakan, "Kenapa fulan lebih berhasil dariku, kenapa fulan lebih unggul dariku." padahal apa yang terjadi itu tidak lain kecuali karunia Allah belaka." (Nurul Iqtibas,49).
Sebenarnya dalam menjalani waktu bukan berarti kita tidak boleh terobsesi oleh sesuatu, kita tetap dianjurkan untuk bekerja keras dalam menjalani hidup ini dengan tidak melupakan apa-apa yang telah diperintahkan dan apa-apa yang dilarang oleh Allah, tapi biasanya orang yang terlalu keras bekerja untuk meraih segala sesuatu yang ia inginkan cenderung melalaikan Allah SWT, karena kelelahan dan waktunya habis terpakai untuk memenuhi segala keinginanya itu.

No comments: