Bagaimana hati seseorang dapat tenang sementara gambar dunia ini terlukis dalam cermin hatinya.
Bagaimana seseorang akan berangkat kepada Allah, kalau ia sendiri masih terbelenggu syahwatnya.
Bagaimana ia akan menghadap Allah (Hadratullah) bila ia sendiri belum suci dari tindakan-tindakan dosa akibat kelengahanya.
(Ibnu Atha'illah)
11 July 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment